NASI BUNGKUS BAROKAH
Bapak tua itu menghampiriku waktu aku lagi asyik main hape, “Silakan, Dik,” senyumnya sungguh teduh. Aku ingat betul. “Lho apa ini, Pak? Buat saya?” “Iya, Dik. Setelah jumatan, kami selalu bagi-bagi nasi bungkus. Mari silakan” Senyumnya kembali merekah. Dia tetap di depanku sampai aku menerimanya, “Lho tapi saya nggak Jumatan, Pak. Saya Kristen.” Dia memakai gamis berwarna abu-abu tua dan pakol hitam di kepala. Jenggotnya … Continue reading NASI BUNGKUS BAROKAH

