Fatima dan Teh Jeruk Hangat

Sebentar-sebentar Fatima melongok ke air dalam panci buntut. Dia menunggu gelembung-gelembung uap panas muncul dari dalam air. Dia merasa gelembung-gelembung itu sangat lama tak segera muncul. Sesekali Fatima mengintip api kompor. Lalu bergegas masuk ke kamar ibunya dan menghampiri kakaknya sambil berbisik, “Apinya terlalu besar atau terlalu kecil, Kak?” “Sudah cukup segitu,” Jawab kakaknya Kaki kecilnya membawa Fatima kembali ke dapur. Menunggu air mendidih. Sementara … Continue reading Fatima dan Teh Jeruk Hangat

Tips dari Ruang Puisi

Wih! Bener lho yg ditulis Ruang Puisi dalam blognya. Tentang cara gampang nulis puisi. Selama ini ya langkah-langkah itu yang saya pakai untuk menulis puisi. Secara umum seperti itu. Tapi ada kalanya sebuah kalimat atau frasa tiba-tiba muncul. Baru setelah itu menentukan tema, lalu judul. Bentuk puisi yang saya pakai biasanya bebas. Tidak terikat berapa baris dalam tiap bait. Tapi bukan berarti saya tidak pernah … Continue reading Tips dari Ruang Puisi