NINGSIH PENUNGGU RUMAHKU
“Mas Fano yakin mau tinggal di rumah itu?” tanya pak Kumanjipir, supir kantor yang mengantarku. “Iya, Pak Jipir. Adanya rumah itu ya nggak papa. Kenapa emangnya, Pak?” tanyaku sambil senyum. “Serem, Mas Fano. Rumah itu angker, banyak setannya. Bahaya buat, Mas Fano. Mending dibatalin aja ngontrak di situ, cari rumah lain, Mas. Beda desa dan agak jauh nggak papa yang penting aman buat, Mas Fano” … Continue reading NINGSIH PENUNGGU RUMAHKU

