Cahaya

Saya berkesempatan meliput keseharian mbak Vera alias Lilik Sulistyowati. Mbak Vera pegiat HIV/AIDS di Surabaya. Di Yayasan Abdi Asih, dia merawat anak-anak yang rata-rata terinfeksi HIV. Kisah-kisah yang diceritakan mbak Vera sungguh mengaduk-aduk emosi. Terutama tentang profil-anak-anak yang dia rawat. Saya berbagi cerita tentang beberapa anak. Hingga 26 Maret 2019 ada empat anak yang sekarang tinggal dan dirawat mbak Vera. Keempatnya hidup di shelter Yayasan … Continue reading Cahaya

Rahmah

Perubahan liputan bisa terjadi sewaktu-waktu. Sego jangan (Nasi dan sayur. Merujuk hal yang sudah biasa. Seperti makan sehari-hari yaitu nasi dan sayur). Hal yang lumrah. Termasuk ketika bertugas sebagai tim arus balik awal jelang akhir 2018 di Jawa Timur. Tiba-tiba harus lintas provinsi ke Jawa Tengah. Mewawancara Gus Yahya Cholil Staquf. Yang akrab disapa, Gus Yahya. Waktu itu posisi tim kami di Batu, Jawa Timur. … Continue reading Rahmah

Menjaga Image, Membunuh Jurnalistik

[16:44, 8/23/2018] dik andreas: Dear mbak PR dan tim humas XX Mall, saya Andreas jurnalis CNN Indonesia. Terima kasih untuk kabar ini di grup: Halo mas, mba.. nanti tanggal 31 Agustus sampai 2 September 2018 ada Premiere Wedding Fair di XX Mall Convex.. Nah khusus tanggal 31 ada Fashion show pertama kali oleh XYZ Brides.. dan khusus untuk media yang confirm pasti datang disediakan tempat, … Continue reading Menjaga Image, Membunuh Jurnalistik

T H E K

E pada thek dibaca seperti e pada kakek. Tulisan ini sangat sensitif. Saking sensitifnya maka harus dibuka. Kesamaan peristiwa dengan yang dialami seseorang, adalah sebuah kesengajaan. Nama orang dan instansi sengaja saya hilangkan. Supaya yang saya tunjuk tidak makin malu. Itu aja. Banyak wartawan tak suka membahas topik ini. Dianggap sangat pribadi. Tabu untuk dibicarakan. Padahal tabu diambil. Buat wartawan yang lebay doyan suap, tulisan … Continue reading T H E K

Menanti Orang Dibunuh

Meliput eksekusi mati Astini. Juga ibu dan anak, Sumiarsih dan Sugeng. Suasana hati saya kacau. Di kedua eksekusi itu saya masih bekerja sebagai kontributor untuk RCTI. Pada eksekusi mati Astini, saya menghitung sekitar 14 jam saya harus terjaga untuk liputan itu. Mulai dari berjaga di pelataran Rumah Tahanan Klas I Surabaya. Kami biasa menyebut Medaeng. Merujuk lokasi lapas tersebut. Mulai 19 Maret 2005 sekitar jam … Continue reading Menanti Orang Dibunuh

Dirubung Bodrek

Ini terjadi waktu saya jadi panitia (tepatnya koordinator pers) di Gebyar Budaya dan Doa Bersama “Bangkit Indonesiaku”. Diadakan di gedung SIBEC ITC Mega Grosir, Rabu, 27 Mei 2009. Sebagai pejabat di posisi ini, saya bertugas mengundang rekan-rekan pers, membuat rilis, mendistribusikan ID card, mengliping berita, dan pastinya membagikan makan malam untuk para insan pers. Kepada panitia saya memberi syarat. Saya bersedia membantu asalkan tidak membagi … Continue reading Dirubung Bodrek

Makasih Beuh!

Saya sempat kaget waktu diawari korlip (koordinator liputan) untuk liputan gempa di Pidie Jaya, Aceh. Gempa terjadi Desember 2016. Banyak hal yang bikin saya kaget. Tawaran datang malam waktu saya masih di kantor berkemas untuk pulang. Malam itu juga harus berangkat dengan Miftah Faridl. Saya jurnalis foto, Faridl koresponden. Aceh bukan lokasi yang dekat. Proyeksi liputan sementara untuk lima hari. Tapi biasanya liputan bencana tidak … Continue reading Makasih Beuh!

Bissu Eka

Pada suatu hari saya kaget melihat salah satu episode Taboo di National Geographic. Nama Indonesia disebut. Taboo adalah sebuah dokumenter di tv ini tentang hal-hal tabu di masyarakat. Di episode kali itu mengulas tentang jenis kelamin dan menyebut masyarakat Bugis. Orang Bugis mengenal lima jenis kelamin. Laki-laki disebut bura’ne. Perempuan, makkunrai. Calalai, perempuan dengan identitas seperti laki-laki. Calabai adalah laki-laki yang beridentitas perempuan. Umumnya disebut … Continue reading Bissu Eka

BOGEM MENTAH!

Brak! Bogem itu menghantam muka. Muka tersangka. Dia adalah tersangka penganiayaan. Yang dianiaya adalah kelamin istrinya. Mendengar keterangan polisi saja sudah bikin saya bergidik. Ngeri! Yang menghadiahi bogem mentah adalah seorang insan pers. Dia adalah jurkam (juru kamera) sebuah tv swasta. Si tersangka menunduk. Dia diam saja dipukul. Saya pas di sebelah dia. Karena kami memang wawancara bareng. Terus terang saya kaget. Jurnalis sering kebablasan. … Continue reading BOGEM MENTAH!

Yang Buta… Yang Buta… Yang Buta Mata Hatinya …

Pengalaman pertama berhubungan dengan difabel adalah dengan tunet, tuna netra. Waktu itu saya diminta atasan meliput Ujian Nasional di SLB. Setelah cari-cari info, dapatlah sebuah. Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa A. Dari ngobrol-ngobrol dengan para guru, saya dapat kabar kalau tiap menjelang 17 Agustus, mereka selalu mengadakan lomba-lomba untuk para siswa. Yang bikin saya kaget, ada beberapa lomba yang saya pikir … Continue reading Yang Buta… Yang Buta… Yang Buta Mata Hatinya …